Upacara Bendera MIN 2 Bandar Lampung: Menanamkan Karakter Anti-Bullying Melalui Analogi Kertas

Upacara Bendera MIN 2 Bandar Lampung: Menanamkan Karakter Anti-Bullying Melalui Analogi Kertas

Bandar Lampung, 26 Januari 2026 – Suasana khidmat di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung pada Senin pagi, 26 Januari 2026. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera mingguan yang menjadi sarana penting dalam penanaman karakter dan disiplin siswa.

Upacara kali ini terasa spesial dengan petugas upacara yang berasal dari Kelas V Ibnu Sina. Para siswa kelas tersebut berhasil menjalankan tugas mulai dari pengibaran bendera hingga pemimpin upacara dengan sangat rapi dan tertib, mencerminkan semangat "Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia".

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Henyati, S.Pd.I. , menyampaikan amanat yang sangat emosional dan edukatif mengenai isu perundungan ( bullying ). Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh siswa berimajinasi menggunakan kertas analogi untuk menggambarkan perasaan seseorang.

Ibu Heniyati menjelaskan bahwa setiap orang memiliki hati yang diibaratkan seperti selembar kertas putih yang halus, bersih, dan tanpa cela. Namun, setiap kali seseorang melakukan perundungan baik melalui kata-kata perjanjian, hinaan, maupun tindakan fisik itu diibaratkan seperti meremas kertas tersebut dengan kuat hingga kusut dan menggulung.

“Bayangkan kalian mencoba merapikan kembali kertas yang sudah diremas itu. Kalian bisa menyetrikanya atau menekannya hingga terlihat lurus lagi, tapi bekas lipatannya akan tetap ada di sana selamanya,” tegas Ibu Heniyati di hadapan para siswa. Beliau menekankan bahwa permintaan maaf memang bisa dilakukan, namun trauma dan luka batin yang ditinggalkan oleh tindakan bullying tidak akan pernah hilang sepenuhnya dari ingatan korban.

Pesan ini disampaikan sebagai upaya preventif madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa seluruh. Ibu Heniyati mengimbau agar siswa MIN 2 Bandar Lampung saling menghargai dan menjaga lisan serta berbuat agar tidak “meremas” hati teman-temannya.

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak H. Untung Pribadi, M.Pd.I., yang selalu mendukung program penguatan karakter di madrasah. Penanaman nilai empati ini diharapkan menjadi fondasi bagi siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, selaras dengan prestasi yang telah diraih oleh siswa lain seperti Sultan Muhammad Abizar di tingkat nasional.

Dengan berakhirnya upacara ini, diharapkan tidak ada lagi tindakan perundungan di lingkungan MIN 2 Bandar Lampung, sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan tenang demi mencapai masa depan yang gemilang


26/01/2026 08:03, Dilihat 221 kali