Wujudkan Lulusan Berkarakter, MIN 2 Bandar Lampung Gelar Ujian Praktek Ibadah bagi Siswa Kelas 6

Wujudkan Lulusan Berkarakter, MIN 2 Bandar Lampung Gelar Ujian Praktek Ibadah bagi Siswa Kelas 6

BANDAR LAMPUNG – Memasuki penghujung tahun ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung resmi memulai rangkaian Ujian Praktek Ibadah bagi seluruh siswa kelas 6. Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini dilaksanakan mulai Senin, 11 Mei 2026, dengan suasana yang penuh kekhidmatan di lingkungan madrasah.

Ujian praktek ini merupakan bagian integral dari penilaian akhir untuk mata pelajaran Agama. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa setiap lulusan MIN 2 Bandar Lampung tidak hanya menguasai teori di atas kertas, tetapi juga mampu menerapkan tata cara ibadah sesuai tuntunan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menjaga kualitas penilaian, pihak madrasah menerjunkan tim penilai yang terdiri dari guru-guru senior yang berkompeten. Nama-nama seperti Siti Azkiyah, M.Pd.I. dan Syifa Nanda Haswin, SE bertugas menguji di kelas Abdurrahman bin Auf. Sementara itu, Arma Yurida, M.Pd. dan Eva Wati, S.Pd.I. menangani kelas Saad bin Abi Waqash, serta Tati, S.Pd.I. dan Salinah, S.Pd.I. menguji di kelas Zubair bin Awwam.

Kepala MIN 2 Bandar Lampung, HUntung Pribadi, M.Pd.I. , penekanan pentingnya akurasi dalam praktik ini. “ Madrasah mempunyai tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak kita mandiri dalam beribadah sebelum mereka melanjutkan ke jenjang SMP atau MTs. Kami ingin mereka menjadi teladan di lingkungan rumah masing-masing ,” ujarnya.

Berdasarkan instrumen lembar penilaian, terdapat empat poin besar yang menjadi tolal ukur kelulusan siswa:

  1. Thaharah (Bersuci): Siswa wajib mempraktekkan tata cara berwudhu dan tayamum secara sempurna. Penilaian mencakup ketepatan gerakan, urutan (tertib), serta kefasihan dalam melafalkan niat dan doa setelah berwudhu.

  2. Sholat Fardhu : Materi utama yang dikonsentrasikan pada Sholat Subuh. Penguji menilai ketuntasan bacaan sholat, kekhusyukan gerakan, hingga penguasaan doa qunut. Tak hanya itu, siswa juga diuji kemampuannya dalam melakukan zikir dan doa setelah sholat secara mandiri

  3. Literasi Al-Qur'an dan Tajwid: Setiap siswa diminta membaca beberapa ayat Al-Qur'an untuk diukur kelancaran serta akurat hukum tajwidnya.

  4. Kedisiplinan dan Adab: Selain aspek teknis, penguji juga memperhatikan adab dan kesantunan siswa selama proses ujian berlangsung.

Meski suasana ujian terasa cukup tegang, para siswa tampak antusias dan telah mempersiapkan diri dengan baik. Dengan mengenakan seragam rapi dan membawa perlengkapan ibadah masing-masing, mereka antre dengan tertib menunggu giliran di depan ruang penguji.

Sistem penilaian menggunakan skala total 100 poin, di mana Sholat Subuh memiliki bobot nilai tertinggi (40 poin), disusul oleh Wudhu, Tayamum, dan Tajwid (masing-masing 20 poin). Akumulasi nilai ini nantinya akan digabungkan dengan nilai ujian teori untuk menentukan nilai akhir ijazah pada mapel Agama Islam.

Dengan terlaksananya praktik praktik ini, MIN 2 Bandar Lampung berharap dapat melahirkan generasi emas yang religius, yang menjadikan ibadah bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan hidup yang mendarah daging sejak usia dini.


12/05/2026 15:19, Dilihat 98 kali