Gema Ramadhan di MIN 2 Bandar Lampung: Menjemput Berkah Melalui Tradisi Sapa Pagi dan Sholat Dhuha Berjamaah

Gema Ramadhan di MIN 2 Bandar Lampung: Menjemput Berkah Melalui Tradisi Sapa Pagi dan Sholat Dhuha Berjamaah

BANDAR LAMPUNG (28/2/26) – Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum bagi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung untuk memperkuat karakter religius dan ikatan kekeluargaan antar warga madrasah. Meski tengah menjalankan ibadah puasa, semangat pengabdian dan ibadah justru semakin terpancar dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah.

Pagi yang cerah di awal bulan Ramadhan diawali dengan pemandangan yang menyentuh hati. Di bawah sorot mentari pagi yang hangat, Kepala Madrasah, jajaran guru, hingga staf Tata Usaha (TU) telah berdiri tegak di depan gerbang utama. Mereka menyambut kedatangan siswa-siswi dengan senyuman dan sapaan hangat.

Kegiatan penyambutan ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan bentuk internalisasi nilai kesantunan. Interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik di pagi hari ini diharapkan dapat membangun energi positif bagi siswa sebelum memulai proses belajar mengajar di kelas, sekaligus mempererat kedekatan emosional antara guru dan murid.

Memasuki agenda rutin setiap hari Sabtu, seluruh civitas akademika MIN 2 Bandar Lampung berbondong-bondong memadati lapangan madrasah. Di atas hamparan sajadah yang tersusun rapi, para guru dan staf TU melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah. Kondisi puasa tidak menjadi penghalang, justru suasana luar ruangan (outdoor) memberikan nuansa ketenangan tersendiri saat dahi bersujud menghadap Sang Pencipta.

Bertindak sebagai imam adalah Kepala MIN 2 Bandar Lampung, Bapak H. Untung Pribadi, M.Pd.I. Suasana khidmat menyelimuti lapangan. Usai rangkaian sholat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan spiritual melalui tausiyah singkat yang disampaikan oleh Bapak H. Untung Pribadi. Dalam pesan moralnya, beliau memaparkan secara mendalam mengenai hikmah puasa bagi seorang pendidik dan tenaga kependidikan. "Puasa adalah 'madrasah' bagi jiwa kita. Di sini kita belajar tentang kedisiplinan waktu, kejujuran dalam bersikap, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Mari kita jadikan lapar dan dahaga ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur dan meningkatkan empati sosial kita terhadap sesama," tutur H. Untung Pribadi.

Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan dalam Sholat Dhuha ini adalah kunci kekuatan tim (teamwork) di MIN 2 Bandar Lampung. Dengan hati yang bersih dan spiritualitas yang terjaga, diharapkan kualitas pelayanan pendidikan di madrasah akan semakin meningkat.


28/02/2026 08:08, Dilihat 87 kali