Bandar Lampung – Seluruh siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung hari ini, Sabtu, 22 November 2025, mengikuti kegiatan pelatihan penting tentang Moderasi Beragama. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Madrasah ini bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan persatuan di tengah keberagaman bangsa sejak usia dini, selaras dengan program Kementerian Agama.
Sesi pelatihan bagian menjadi dua bagian utama. Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Tati, S.Pd.I., yang memaparkan esensi Moderasi Beragama sebagai cara pandang yang selalu mengambil posisi di tengah, tidak berlebihan, serta mengedepankan nilai-nilai keadilan dan “ Moderasi beragama mengajarkan kita untuk menghargai setiap perbedaan. Tidak boleh ada ejek-ejekan, karena itu melukai perasaan dan merusak persatuan yang kita jaga ,” jelas Ibu Tati.

Kemudian, sesi dilanjutkan dengan materi interaktif yang dipimpin oleh Bapak Kepala Madrasah, H. Untung Pribadi, M.Pd.I. Beliau secara khusus menyampaikan materi tentang Toleransi dan Keberagaman Bangsa Indonesia , pentingnya menerima dan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia.
Untuk menarik minat siswa, Bapak Kepala Madrasah mengadakan kuis cepat mengenai keberagaman. Siswa diberikan pertanyaan, seperti "Sebutkan suku-suku yang ada di Indonesia!" Siswa yang berhasil menjawab dengan benar langsung mendapatkan hadiah reward donat yang membuat suasana semakin meriah.

Tidak hanya kuis, Bapak Kepala Madrasah juga memimpin sebuah permainan seru yang menguji kekompakan dan fokus. Sepuluh orang siswa bermain tebak gerakan berantai. Permainan ini melatih komunikasi non-verbal dan tim kerjasama.

Sebagai penutup sesi, seluruh siswa menonton film pendek tentang toleransi beragama. Film ini menampilkan contoh nyata bagaimana menghargai perbedaan keyakinan dan kehidupan rukun yang berdampingan.
Untuk melanjutkan semangat toleransi, siswa ditugaskan secara berkelompok untuk membuat proyek film pendek serupa dengan yang telah mereka tonton. Proyek ini akan menjadi hasil nyata pemahaman mereka tentang pentingnya toleransi dan keberagaman.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa agar menjadi pribadi yang dewasa, bijaksana, dan toleran dalam menghadapi masyarakat Indonesia yang majemuk.

